ALUMNI TI · JOURNAL
← Kembali ke TI Journal
Knowledge

Waste Technology

Oleh REKI31 Aug 202621 kali dibaca
Waste Technology

WASTE TECHNOLOGY 2026

Ketika Limbah Berubah Menjadi Sumber Daya

Artikel Teknologi untuk TI Journal Alumni
Ikatan Alumni Teknik Industri UIN SUSKA Riau

 

Abstrak. Perkembangan waste technology menunjukkan pergeseran dari pendekatan pengolahan limbah yang hanya berorientasi pada pembuangan menuju pemulihan sumber daya (resource recovery), penggunaan kembali air, energi, dan material. Artikel ini merangkum salah satu penelitian terbaru pada Waste Technology Vol. 14 No. 1 (2026), Universitas Diponegoro, yang mengembangkan pengolahan produced water menggunakan pretreatment zeolit dan membran komposit PVDF-TiO2@UiO-66-NH2. Perspektif Teknik Industri digunakan untuk melihat teknologi tersebut sebagai bagian dari optimasi biaya, energi, keandalan proses, dan circular economy.

Kata kunci: waste technology, produced water, membran, zeolit, resource recovery, circular economy, Teknik Industri.

1. Pendahuluan

Limbah selama bertahun-tahun dipandang sebagai keluaran akhir dari proses produksi yang harus diolah agar memenuhi baku mutu sebelum dibuang. Perkembangan teknologi mengubah paradigma tersebut. Air limbah, biomassa, residu padat, panas buang, dan material bekas semakin dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai teknis maupun ekonomi.

Pertanyaan industri masa depan karena itu tidak berhenti pada 'bagaimana limbah dibuang dengan aman?', tetapi berkembang menjadi 'apa yang masih dapat dipulihkan dari limbah tersebut?'. Pendekatan ini menjadi dasar bagi resource recovery, reuse, dan circular economy.

2. Penelitian Waste Technology UNDIP 2026

Salah satu penelitian pada Waste Technology Vol. 14 No. 1 (2026) berjudul “Enhanced Produced Water Treatment Using Zeolite Pretreatment and PVDF-TiO2@UiO-66-NH2 Membrane”, karya Tutuk Djoko Kusworo, Dina Lutfiana Safitri, dan Meitri Bella Puspa. Penelitian ini membahas pengolahan produced water melalui kombinasi pretreatment zeolit dan teknologi membran komposit.

Produced water adalah air yang ikut terproduksi dalam kegiatan minyak dan gas. Karakteristiknya dapat kompleks karena mengandung berbagai komponen terlarut dan tersuspensi. Kondisi ini mendorong pengembangan teknologi pengolahan yang mampu menurunkan beban pencemar sekaligus meningkatkan kualitas air hasil treatment.

3. Konsep Teknologi

PRODUCED WATER  →  ZEOLITE PRETREATMENT  →  MEMBRANE PROCESS  →  TREATED WATER

Zeolit digunakan sebagai tahap awal untuk membantu menurunkan beban kontaminan sebelum air memasuki proses membran. Tahap berikutnya menggunakan membran PVDF yang dimodifikasi dengan material TiO2@UiO-66-NH2. Pendekatan hibrida seperti ini menunjukkan bahwa teknologi pengolahan limbah modern semakin menggabungkan beberapa mekanisme pemisahan dan pengolahan dalam satu rangkaian proses.

4. Hasil Utama Penelitian

Pada konfigurasi membran yang dilaporkan optimal dengan 2 wt% TiO2@UiO-66-NH2, penelitian melaporkan efisiensi penghilangan sekitar 36% untuk TDS, 62% untuk COD, dan 80% untuk NH3-N. Pretreatment zeolit membantu mengurangi beban polutan sebelum filtrasi membran. Temuan ini menunjukkan potensi kombinasi adsorpsi dan membran untuk meningkatkan kinerja pengolahan produced water.

Parameter

Efisiensi Removal (±)

TDS

36%

COD

62%

NH3-N

80%

5. Dari Waste Treatment Menuju Resource Recovery

Nilai strategis waste technology tidak hanya terletak pada kemampuan menurunkan parameter pencemar. Dalam skala industri, teknologi pengolahan dapat diarahkan untuk memungkinkan penggunaan kembali air, pemulihan energi, atau pengambilan material bernilai. Pola linear 'produksi–limbah–treatment–disposal' secara bertahap bergeser menuju 'produksi–limbah–treatment–recovery–reuse'.

WASTE  →  TREATMENT  →  RECOVERY  →  REUSE  →  VALUE

6. Perspektif Teknik Industri

Bagi seorang Industrial Engineer, penerapan teknologi ini tidak hanya dinilai dari performa material membran. Keputusan implementasi perlu mempertimbangkan keseluruhan sistem: CAPEX, OPEX per meter kubik, konsumsi energi, umur membran, frekuensi cleaning, downtime, kebutuhan tenaga kerja, reliability, kapasitas treatment, persentase water recovery, serta nilai ekonomi dari air yang dapat digunakan kembali.

Dengan pendekatan tersebut, waste management menjadi bagian dari optimasi proses dan supply chain sumber daya. Pengurangan konsumsi fresh water, pemanfaatan kembali material, serta pengurangan beban pembuangan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan efisiensi sekaligus performa lingkungan.

7. Waste Technology yang Lebih Luas

Prinsip yang sama dapat diterapkan pada berbagai jenis limbah: POME menjadi biogas, sampah menjadi RDF atau syngas, air limbah menjadi recovered water, limbah plastik menjadi recycled material, dan panas buang menjadi energi. Teknologi tersebut memperlihatkan bahwa limbah tidak selalu merupakan akhir dari suatu proses; pada sistem yang dirancang dengan baik, limbah dapat menjadi input bagi proses berikutnya.

8. Kesimpulan

Waste technology berkembang dari fungsi pengendalian pencemaran menuju teknologi pemulihan sumber daya. Penelitian membran dan pretreatment zeolit pada produced water menjadi salah satu contoh bagaimana material maju dan desain proses dapat dikombinasikan untuk meningkatkan kualitas pengolahan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa teknologi tersebut tidak hanya efektif secara laboratorium, tetapi juga layak, andal, hemat energi, dan ekonomis ketika diterapkan pada skala industri.

“Waste bukan selalu akhir dari proses. Waste dapat menjadi awal dari proses berikutnya.”

Referensi

Kusworo, T. D., Safitri, D. L., & Puspa, M. B. (2026). Enhanced Produced Water Treatment Using Zeolite Pretreatment and PVDF-TiO2@UiO-66-NH2 Membrane. Waste Technology, 14(1), 1–7. Waste Resources Research Center, Universitas Diponegoro.

Waste Technology (WasTech). (2026). Vol. 14 No. 1. Waste Resources Research Center, Universitas Diponegoro.

DISKUSI

Komentar Pembaca

0 komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.
Memuat waktu...👁 3.813 kunjungan